Perjalanan Hijrah Almarhum Ki Joko Bodo - TrueID

Perjalanan Hijrah Almarhum Ki Joko Bodo

TrueID IndonesiaNovember 23, 2022

Mantan paranormal, Ki Joko Bodo meninggal dunia pada hari Selasa, 22 November 2022. Pemilik nama asli Agus Yulianto itu meninggal pada usia 57 tahun akibat penyakit darah tinggi. Ki Joko Bodo langsung dimakamkan pada Selasa sore sekitar pukul 15.15 WIB di TPU Lubang Buaya, Jakarta Timur dengan diantarkan langsung oleh Istri, anak-anak tercinta dan sanak keluarga.

Ki Joko Bodo dulunya memang dikenal sebagai sosok yang akrab dengan hal-hal berbau gaib, mistis dan paranormal. Namun begitu, jelang akhir usianya Ki Joko Bodo berubah 180 derajat menjadi sosok yang begitu relijius dan tidak pernah jauh dari ibadah. Perubahan ini begitu disyukuri oleh keluarganya yang melihat Ki Joko Bodo yang sebelumnya begitu identik dengan penampilan jenggot serta rambut gondrong menjadi lebih rapi dan bersih.

Perjalanan hijrah Ki Joko Bodo menjadi lebih baik juga diakui oleh orang-orang terdekatnya. Berikut ini hal-hal yang dilakukan Ki Joko Bodo saat perjalanan hijrahnya:

1. Merubah tempat praktik paranormalnya menjadi Mesjid

Ki Joko Bodo ternyata telah merubah tempat praktiknya dulu saat masih berprofesi sebagai paranormal menjadi sebuah Mesjid. Ia disebut menghibahkan tempat itu agar bisa dimanfaatkan untuk beribadah oleh masyarakat luas. Hal itu diungkapkan langsung oleh putra keduanya, Refo. 

"Jadi itu bukan rumah, itu tempat praktiknya dulu, ada dekat sini juga dan memang itu sudah dihibahkan (jadi Mesjid)," ungkap Refo dikutip dari Kumparan. 

2. Mengabdi di NU, rumah jadi tempat majelis zikir dan Shalawat

Saat di pemakaman, seorang Ustad yang memimpin doa menceritakan kebaikan dan kegiatan Ki Joko Bodo menjelang kepergiannya. Menurut Ustad tersebut, Ki Joko Bodo ternyata sempat aktif dan mengabdi di Lesbumi PBNU. Rumahnya yang dikenal dengan sebutan Istana Wong Sinting bahkan juga dijadikan tempat majelis Zikir dan Shalawat

"Saya ingin menegaskan bahwa, almarhum selama ini ada persepsi yang macam-macam, perlu kami tegaskan, atas organisasi NU, jelang akhir hayatnya beliau ini mengabdi di Lesbumi PBNU. Jadi, beliau mengabdi di NU. Rumah beliau, yang kita kenal sebagai Istana Wong Sinting, sudah menjadi tempat majelis zikir dan selawat dan sudah beberapa hari ini dilaksanakan zikir di kediaman beliau. Jadi, di akhir hayatnya, beliau ini mengabdi di NU dan, Insya Allah, ini bisa menjadi bekal bagi beliau, amin," beber sang Ustad di pemakaman Ki Joko Bodo dilansir dari Kumparan.

3. Selalu Sholat tepat waktu di Mushola

Salah satu sahabat yaitu Ki Prana Lewu dalam akun Instagramnya menceritakan kebaikan Ki Joko Bodo di hari-hari terakhirnya. Menurut Ki Prana Lewu, dirinya bersaksi bahwa setiap Adzan tiba, Ki Joko Bodo selalu berada di Mushola untuk melaksanakan Sholat berjamaah.

"Sy menjadi saksi bhw saat adzan tiba, alm lngsung berada dmushola utk melaksanakan sholat," tulis Ki Prana Lewu di fitur Instagram Story miliknya.

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...