IU Peringati Tragedi Sewol, Ini 5 Fakta Insiden Memilukan Itu!

TrueID IndonesiaSeptember 30, 2021
nullIU menggambar kukunya dengan simbol penghormatan terhadap korban tragedi Sewol. (IG story @dlwlrma)

Tujuh tahun sudah tragedi memilukan Sewol terjadi. Namun, penyanyi Korea Selatan, Lee Ji-eun atau dikenal dengan panggilan IU tak bisa melupakan insiden yang terjadi pada 16 April 2014. 

Dia mengekspresikannya lewat lukisan pita biru langit di kukunya yang diunggah di Instagram Story miliknya, @dlwlrma, Selasa (28/9). Selain pita kuning sebagai tanda peringatan tragedi Sewol, pita biru langit juga jadi simbol yang sama. Aksi IU itu mendapat pujian dari para penggemarnya. 

Ketika insiden terjadi, IU juga ikut mendonasikan dana untuk membantu pencarian korban. Sebelum akhirnya mendedikasikan lagu “Dear Name” untuk para korban. 

------------
Video Rekomendasi: Klip Musik Twice Heart Shaker

------------

Menilik ke belakang, kita simak 5 fakta dibalik tragedi Sewol

1. Tragedi Sewol terjadi pada 16 April 2014 pagi. Ketika kapal feri tiba-tiba berbelok dan miring hingga akhirnya tenggelam di sekitar Pulau Jindo dalam tujuan dari Incheon menuju Pulau Jeju. 

2. Dari 476 penumpang dan kru, 304 orang meninggal, termasuk 250 pelajar dari Danwon High School. 172 orang selamat berkat bantuan perahu nelayan dan kapal komersil yang kebetulan lewat.

nullKapal feri Sewol dalam kondisi miring sebelum akhirnya dua jam kemudian tenggelam. (i.ytimg.com)

3. Tragisnya para korban yang kebanyakan pelajar, terjebak di dalam kapal karena ada perintah dari kapten kapal bertahan di dalam geladak selama bantuan belum datang. Padahal, mereka memiliki kesempatan menyelamatkan diri keluar sebelum kapal benar-benar terbalik dan tenggelam. 

4. Menyedihkannya justru kapten kapal, Lee Jun-seok dan tiga kru kapal menyelamatkan diri, meninggalkan para penumpang di dalam kapal. Akibat ulahnya, sang kapten diganjar hukuman 36 tahun penjara. Sementara pemilik kapal, Yoo Byung-eun yang melakukan kelalaian terhadap perawatan kapal ditemukan tewas setelah berusaha kabur dari hukuman. 

nullBangkai kapal Sewol saat tiba di pelabuhan setelah diangkat dari dasar laut dihadapan para keluarga korban tragedi pada 2017 lalu. (www.gannett-cdn.com)

5. Tragedi ini juga membuat dampak besar pada politik Korea Selatan.
Mantan presiden Park Geun-hye dianggap paling berdosa karena mengabaikan laporan kecelakaan kapal selama tujuh jam dan lebih memilih menghabiskan waktu di atas tempat tidur. Tragisnya, dalam rekaman yang beredar saat kapal masih miring dan penumpang terjebak di dalamnya, pihak Coast Guard Korea Selatan mengatakan jika sudah tidak ada penumpang di dalam kapal itu. Kebohongan itu terbuka di publik saat persidangan. (Tya)

undefined

Baca Selengkapnya
Loading...
Loading...
Loading...