Kisah Asmara Adipati Dolken di Film Sang Kiai

April 23, 2021

null

Suatu hari, Adipati Dolken yang memerankan sosok santri bernama Harun, dalam film Sang Kiai pergi  mendampingi KH Hasyim Asy'ari ke pasar. Dalam film garapan sutradara Rako Prijanto ini, Harun diajak pergi oleh KH Hasyim Asy'ari (Ikranagara), pendiri dan pemilik Pondok Pesantren Tebuireng.

Pada perjalanan ini Sang kiai hendak mencari kerudung untuk diberikan kepada istrinya, Masrurah (Christine Hakim). Setibanya di pasar, KH Hasyim Asy'ari memasuki toko, sedangkan Harun memilih untuk tak ikut masuk toko dan menunggu di pinggir jalan.

Saat menunggu KH Hasyim Asy'ari, Harun yang sedang melihat sekeliling dibuat tertegun dari kejauhan. Ia melihat seorang perempuan sedang berbelanja sayur mayur di sisi seberang. Sosok perempuan tersebut adalah Sari (Meriza Febriani). Putri dari Muhyidin.

Keduanya sempat saling memandang, namun hanya sebentar. Sang gadis yang datang bersama temannya itu tak lama pulang ke rumah.

Disaat itu pula Kiai Hasyim yang keluar dari toko sempat melihat Harun memandangi sosok wanita tersebut berjalan menjauhi pasar. Ia lalu bertanya siapa perempuan yang dipandangi oleh Harun tersebut. Setelah mendengarkan jawaban Harun, Kiai Hasyim mengajak Harun untuk berkunjung ke rumah keluarga Sari.

Harun merasa heran dengan pertanyaan dan pernyataan yang dilontarkan Sang Kiai. Rupanya, ia hendak dibantu oleh Kiai Hasyim untuk melamar Sari.

Film Sang Kiai mengangkat kisah pendiri salah satu organisasi terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama, yakni Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari. Beliau juga termasuk pejuang kemerdekaan yang berasal dari Jombang, Jawa Timur.

Selain menceritakan kisah perjuangan Kyai Hasyim Asy'ari, film ini juga menceritakan kisah asmara yang dialama oleh santrinya bernama Harun. Sang Kyai tak segan membukakan jalan untuk memudahkan santrinya mengenal dan memberanikan diri meminang wanita. 

Melalui film yang kalian dapat nonton tanpa berlangganan di TrueID ini, Adipati Dolken berhasil meraih penghargaan Pemeran Pendukung Pria Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2013. Bahkan film ini memenangkan kategori film terbaik dan sutradara terbaik dalam ajang yang sama. (Adi)

 


Artikel Terkait

Go Back To Home