Review: Pintar-pintar Bodoh, Empat Sahabat Bersaing Jadi Detektif!

February 3, 2021
nullPoster Pintar-pintar Bodoh. (TrueID)

Menemukan seorang anak yang tersesat menjadi awal keributan empat sahabat, Dono, Kasino, Indro dan Dorman Borisman di film Pintar-Pintar Bodoh. Keributan itu membuat mereka terpisah, Dono bersama Kasino dan Indro bersama Dorman. Mereka sama-sama membuat biro jasa detektif. 

Indro dan Kasino yang sama-sama tajir menjadi bos di perusahaan masing-masing. Sementara Dono menjadi Wakil Direktur Kasino, dan Dorman menjadi Wakil Indro. Kedua biro jasa itu bersaing dalam segala hal, ruang kantor yang hanya berseberangan di lantai dan gedung yang sama. Juga menggunakan kriteria yang sama saat merekrut sekretaris.

Di awal karier, Dono dan Kasino sebagai detektif justru mendapat nasib sial. Dompet keduanya lenyap di tangan pencopet di Pasar Baru. Salah diagnosa juga terjadi pada Indro dan Dorman ketika tiba-tiba menceburkan diri ke dalam kali kecil ketika seorang anak menangis teriak memanggil kakaknya. Mereka berpikir kakak dari anak itu tercebur tapi ternyata kakak anak itu membuang gundu alias kelereng ke dalam kali.

Tak mudah bagi mereka mendapatkan klien. Namun Kasino dan Dono mendapatkan klien lebih dahulu. Yaitu seorang pria yang membutuhkan mereka untuk mencari dokumen pribadinya yang hilang. Dokumen yang dicari ternyata berisi surat cinta dari selingkuhannya dan pria ini berharap surat-surat itu tidak jatuh ke tangan istrinya. 

Tak mau kalah, Indro bersama Dorman juga mendapat klien. Seperti halnya Kasino dan Dono, klien mereka juga seorang pria yang ingin mencari informasi selingkuhan sang istri. 

nullBersaing menjadi detektif, kantor Dono bersama Kasino dan Indro dengan Dorman hanya bersebrangan di dalam lantai dan gedung yang sama.

Dalam upaya memecahkan masalah ini, berbagai rintangan mereka hadapi. Ya, tentu saja dengan aksi-aksi komedi yang bisa mengocok perut. Paling menarik tentu saja, nyanyian khas Kasino yang melegendaris, yakni lagu Sukiyaki yang diubah menjadi Nyanyian Kode dan lagu Si Kodir. 

Rilis pada tahun 1980, film Pintar-Pintar Bodoh pernah dinobatkan sebagai film terlaris versi MURI (Museum Rekor Indonesia). Film ini juga sempat mendapat penghargaan Piala Antemas, salah satu ajang bergengsi film-film Indonesia kala itu.

Ingin tahu akhir perjalanan dua biro jasa detektif ini? Tonton tanpa langganan film para komedian legendaris itu di TrueID. (Tya)

 

 


Artikel Terkait

Go Back To Home