Review: Dorce Ketemu Jodoh, Pilih Gladiol atau Riko!

February 2, 2021
nullPoster Dorce Ketemu Jodoh. (TrueID)

Ketenaran Dorce Gamalama pada masanya membawa dia ke dunia film, salah satunya lewat film Dorce Ketemu Jodoh. Film komedi tentang kehidupan transpuan yang disukai perempuan dan laki-laki di saat bersamaan. 

Awalnya, Dorce yang baru pindah dari Surabaya ke Jakarta ingin mengadu nasib dengan menjadi penyanyi bersama Yuni (Rina Hasyim). Dia pun memulai langkahnya menjadi penyanyi di sebuah pub milik seorang bos bernama Ama (Muni Cader). Sialnya, baru pertama kali bernyanyi, sang bos ingin melakukan perbuatan tak senonoh kepadanya dan dia memilih kabur meninggalkan pub. 

Dorce akhirnya memilih profesi lain dan bekerja sebagai montir. Dia pun rela berpakaian layaknya seorang laki-laki agar bisa bekerja di sebuah bengkel mobil. Namun, itu tak berlangsung lama, kawannya Hendrik (Piet Pagau) menawarkannya menjadi penyanyi di pub milik Riko (Harry Capri). 

Berpakaian dan bergaya seperti laki-laki, transgender yang kisah nyatanya terkenal di awal 90-an ternyata disukai Tante Gladiol (Ida Kusumah). Sang tante kerap mengirimkan Dorce bunga ke rumahnya sebagai tanda rasa sayangnya. 

nullDorce mengubah penampilannya layaknya seorang lelaki. (Screenshot Dorce Ketemu Jodoh)

Tawaran Hendrik diterima Dorce dan dia kembali bernyanyi. Pemilik pub, Riko tak hanya tertarik dengan penampilan panggung Dorce, dia juga ternyata menyukai Dorce secara pribadi. 

Berkat Dorce, pub Riko menjadi lebih ramai pengunjung dan itu membuat Ama berang dan menculik sang penyanyi agar mau balik kerja dengannya. Tapi, para penculik justru mendapat banyak petaka dalam usaha mereka.

Riko yang mencintai Dorce berusaha mengungkapkan perasaannya. Tapi, di saat bersamaan Tante Gladiol berniat melamar Dorce yang dipandangnya sebagai laki-laki. Lalu, siapa yang akan dipilih Dorce? Simak kisah Dorce Gamalama di TrueID, Kamu tak perlu berlangganan untuk mengikuti kisah ini hingga akhir. 

Menonton Dorce Ketemu Jodoh, juga mengajak kita melihat kembali suasana era awal 90-an dengan berbagai nuansanya. Mulai dari angkutan umum, cara berpakaian hingga para pemain legendaris yang tampak masih sangat muda. (Tya)

 

 


Artikel Terkait

Go Back To Home