Review Perempuan Berkalung Sorban: Perjuangan Kesetaraan di Tengah Hegemoni

December 22, 2020
nullRevalina S Temat sebagai Annisa. (Screenshot film Perempuan Berkalung Sorban)

Film Perempuan Berkalung Sorban bercerita mengenai upaya seorang perempuan mencari kesetaraan dalam gender. Film ini mengingatkan kembali perjuangan Raden Ajeng Kartini di masa lalu. Seorang perempuan asal Rembang, Jawa Tengah yang memperjuangkan kesetaraan gender di zamannya lewat pendidikan. 

Sama halnya dengan Kartini, Annisa yang diperankan Revalina S Temat berusaha keras merekonstruksi kesetaraan gender. Namun dalam film ini, benturan yang dialami Annisa bukan hanya soal hegemoni kaum Adam tapi juga soal agama yakni Islam. 

Sebagai seorang perempuan muslim, Annisa tak hanya harus taat kepada orang tua, Ia juga harus menaati norma agama meski hak-haknya sebagai perempuan terkesampingkan. Situasi ini dirasakan Annisa kecil (Nasya Abigail) ketika tak diperbolehkan belajar kuda mengikuti jejak kedua saudara laki-lakinya hanya karena dirinya perempuan. 

Berlatar belakang tahun 80-an, Annisa yang merupakan anak Kyai Hanan, pemilik pesantren Al-Huda, Jawa Timur. Ia mengalami kegelisahan emosional dengan diskriminasi itu. Dia hanya bisa menceritakan semua kepada Khudori (Oka Antara) seorang lelaki cerdas dengan pikiran terbuka. Sayang, tempat berceritanya tak ada lagi setelah Khudori melanjutkan kuliah ke Al Azhar, Kairo, Mesir. 

Tapi, semangat Annisa tak pernah padam. Dia berusaha memperjuangkan hak-haknya meski nasib berkata lain. Dia harus menikah dengan Samsudin (Reza Rahadian) yang juga anak seorang kyai. Ternyata sang suami sosok yang kasar dan tidak setia hingga dia harus menerima dipoligami. Ketika Khudori kembali ke Tanah Air, Annisa kembali memiliki tempat bercerita. Namun, sang suami menghembuskan fitnah buruk kepada keduanya hingga akhirnya mereka bercerai. 

nullSamsudin yang diperankan Reza Rahardian saat adu akting dengan Revalina S Temat (Annisa). (Screenshot Perempuan Berkalung Sorban)

Annisa memutuskan pergi ke Yogyakarta dan mulai mengembangkan bakat menulisnya. Dia kemudian menikah dengan Khudori dan kembali ke Al-Huda dengan membawa karya-karyanya dan berharap dapat menggugah para kaum perempuan untuk memperjuangkan hak mereka.

Film Perempuan Berkalung Sorban dibuat berdasarkan novel dengan judul yang sama tahun 2001 yang ditulis Abidah El Khalieqy. Karya Hanung Bramantyo ini rilis 2009 dan sempat memicu kontroversi karena dianggap mencoreng nama Islam. 

Kritik pedas atas kesetaraan gender di film ini didukung akting mumpuni Revalina dan para aktor kawakan lain. Tapi, Reza yang berperan sebagai sosok antagonis mencuri perhatian lewat perannya. Tak heran jika dia dianugerahkan Pemeran Pendukung Pria Terbaik pada Festival Film Indonesia 2009.

Tertarik menonton akting Revalina dan Reza di film ini? Simak film ini tanpa perlu berlangganan di TrueID. (Tya)

 

 

Loading...
Loading...
Loading...
Go Back To Home