Review Kehormatan di Balik Kerudung: Pengorbanan demi Cinta

April 20, 2021

null

Poster Kehormatan di Balik Kerudung. (TrueID)

Andhika Pratama rela menduakan Ussy Sulistiawaty dan istrinya dengan rela dipoligami. Tapi, bukan dalam kehidupan nyata melainkan dalam peran mereka di film Kehormatan di Balik Kerudung

Kisahnya berawal ketika Andhika yang berperan sebagai Ifand Abdussalam (Andhika Pratama) bertemu Syahdu (Donita) dalam sebuah perjalanan. Syahdu yang sedang mengalami putus cinta menemukan kembali semangat hidupnya saat bertemu Ifand meski itu hanya pertemuan  sesaat. 

Tak disangka, Ifand ternyata satu kampung dengan nenek dan kakek Syahdu yang dikunjunginya di Pekalongan. Ifand yang juga menyukai Syahdu senang bukan kepalang dan merekapun menjalin keakraban. Sayangnya, kakek dan nenek Syahdu tak menyetujui hingga dia harus kembali ke rumahnya. 

Saat kembali ke rumah, Syahdu dihadapkan pada kenyataan pahit. Ibunya sakit keras dan membutuhkan biaya besar. Mantan pacarnya (Iwa Rasya) menawarkan bantuan dana tapi dengan syarat dia harus menikah dengannya. Syahdu menyetujui dan kabar itu membuat Ifand terpuruk. 

Pernikahan Syahdu hanya dalam hitungan jam. Dia diusir dari rumah suaminya usai pengakuannya mencintai pria lain. 

Ifand meminta ibunya mencarikan seorang istri dan pilihannya jatuh pada Sofia (Ussy) yang memang diam-diam mencintainya. Sofia di film ini digambarkan sebagai sosok istri yang solehah. Tak hanya rajin beribadah, dia juga memiliki ketulusan dalam mengabdi sebagai seorang istri. 

null

Sofia dengan tangan terbuka menerima kehadiran Syahdu di rumahnya. (Kehormatan di Balik Kerudung/TrueID)

Itu dibuktikan saat merelakan Ifand menikahi Syahdu yang dalam kondisi sakit parah. Dia juga rela tinggal satu atap dengan istri kedua Ifand tersebut. Sofia juga harus menghadapi berbagai konflik hingga akhirnya Syahdu meninggalkan rumah. 

Mengambil lokasi di kawasan Gunung Bromo, film ini menyajikan sinematografi mumpuni karya perdana Tya Subiakto, komposer yang menjajal kemampuan sebagai sutradara. Sayangnya nuansa religi yang coba diangkat di film yang diangkat dari novel berjudul sama karya Ma’mun Affany tidak terasa. Religi hanya sekadar atribut dan kalaupun ingin menggambarkan pengabdian seorang istri yang rela dipoligami, karakter dan peran Sofia justru tak banyak tergali karena justru penderitaan Syahdu yang banyak terekspos.  

Namun secara keseluruhan, ada pelajaran berharga di film ini yakni sebuah pengorbanan atas nama cinta kepada manusia dan kepada Tuhan. Tertarik menontonnya? Simak kisah cinta Andhika dan Ussy ini di TrueID, Anda bisa menonton hingga tuntas tanpa berlangganan. (Tya)

 


Artikel Terkait

Go Back To Home