Lebak Membara

17+
1984 • 1 jam 54 menit

Herman terpaksa melakukan perlawanana terhadap Serdadu Nippon karena membela guru silatnya Baba Liem yang disiksa oleh Nippon. Baba Liem dituduh membantu membiayai pemberontakan-pemberontakan yang kian lama sering terjadi. Baba Liem ditembak mati dan Herman dijebloskan ke penjara. Tapi kemudian Herman dibebaskan dalam rangka politik pendekatan pihak Jepang terhadap rakyat untuk menghindarikan timbulnya pemberontakan-pemberontakan baru. Herman kembali ke kampungnya. Suatu hari Narmi akan diperkosa oleh beberapa serdadu Nippon. Kembali Herman menolong dan berhasil membunuh tiga serdadu Nippon. Sejak itu Herman buron dan bergabung dengan pamannya Kyai Fattah di sumber bening dan membentuk Pasukan Santri. Narmi sendiri akhirnya diperkosa oleh serdadu-serdadu Nippon secara beramai-ramai. Bahkan ayahnya juga terbunuh. Ini semua akibat penghianatan Kadir, teman Herman sesame anggota PETA dan juga sudah lama mendambakan Narmi. Dengan alasan ditolak cintanya oleh Narmi akhirnya Kadir memberitahukan keberadaan Narmi kepada serdadu Jepang. Dengan menyandera ayah dan kakak Herman, Jepang memaksakan perundikan dengan Kyai Fattah. Namun Kyai Fattah menolak bahkan menantang Jepang. Pertempuran terjadi, Kyai Fattah dan Herman beserta pasukannya dapat mematahkan perlawanan Jepang hanya dengan menggunakan senjata-senjata tradisional. HIROSHIMA – NAGASAKI Di Bom Atom Perang Dunia berakhir, Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya. Herman dan Kyai Fattah menyerbu markas Jepang untuk minta Jepang menyerahkan senjata mereka. Komandan Tentara Jepang Nakamura tidak bersedia. Ia hanya setuju menurunkan bendera Hinomaru dan mengibarkan Sang Merah Putih dan membebaskan tawanan-tawanan bangsa Indonesia, dengan alasan Jepang kalah perang dengan Sekutu; bukan dengan Indonesia. Dalam suatu perkelahian dengan Kadir yang ingin membebaskan Narmi yang kini berada di rumah Nakamura, Komandan Tentara Jepang itu tewas. Kadir sendiri juga terbunuh oleh Samurai Nakamura. Kyai Fattah dan Herman dibantu oleh Sujoko Komandan PETA bersama-sama menyerang Lapangan Terbang untuk memperoleh senjata yang diserahkan Jepang kepada Wakil Sekutu yang terdiri atas tentara Inggris dan Gurkha. Dalam pertempuran itu Kyai Fattah tewas sementara Herman dan kawan-kawannya yang berhasil melarikan truk berisi senjata. Namun mereka diserang oleh pesawat sekutu. Dengan senjata rampasan yang tinggal beberapa pucuk saja, mereka kemudian melanjutkan perjuangan.

Pemain:
George Rudy • Usman Effendy • El Manik
Sutradara:
Imam Tantowi
Audio:
Bahasa