Wewe

R17
2015 • 1 jam 40 menit

Jarot baru saja mendapatkan rumah dinas yang sangat luas di sebuah jalanan terpencil yang jauh dari kebisingan ibukota. Ia memboyong Irma, istrinya dan kedua anaknya, Luna dan Aruna. Bu Surti, pembantu mereka yang sudah mengabdi belasan tahun untuk keluarganya, tak lupa ia bawa pindah ke rumah barunya yang terlihat sangat nyaman, namun ada sebuah ranjang tua terbuat dari kayu jati yang cukup mengganggu di ruangan pojok bawah, dengan bentuk dan ukiran aneh, berupa seorang wanita yang sedang berteriak terletak pas di atas bahu ranjang. Awalnya, Aruna adalah anak yang sangat aktif dan periang, namun semenjak pindah ke rumah baru itu, ia seperti menarik diri, Luna sebagai kakak nya, melihat perubahan yang sangat drastis dari adiknya itu, sementara Jarot dan Irma tidak menyadarinya karena mereka sibuk dengan pertengkaran mereka sendiri. Penyebab sering diamnya Aruna adalah beberapa kali ia merasa melihat “ada siapa” di kamar tamu, bahkan di kamar tidurnya. Luna pun merasakan kejanggalan dirumah, sementara Bu Surti memutuskan untuk pergi dari rumah setelah ia melihat dengan jelas penunggu yang keluar dari ranjang aneh itu. Hingga satu hari, Aruna tiba-tiba menghilang dari rumah tanpa jejak, tanpa pesan, dan semua barang miliknya masih lengkap di kamarnya. Pencarian selama 3 hari sudah dilakukan oleh pihak Polisi, keluarga dan tetangga, tetapi kejelasan tentang hilangnya Aruna masih belum diketahui. Segala macam ritual sudah dilakukan untuk menemukan Aruna. Ibu guru tari Luna mengambil keuntungan atas hilangnya Aruna dengan cara berpura-pura melakukan ritual dengan cara menyalakan lilin dan menyiram ranjang misteri dengan air suci, tanpa disadari si ibu guru, nampak ukiran wanita di ranjang bergerak dengan ekspresi murka, dan sialnya, sepulang dari melakukan ritual itu, si ibu guru menemui ajalnya karena didatangi oleh ‘Wewe’. Pencarian Aruna masih terus dilakukan sampai pada malam ke 8, belum juga ada tanda-tanda keberadaan Aruna. dan pada tengah malam ketika Luna sedang tidur, ia seperti mendengar suara adiknya. Luna masuk ke sebuah celah yang biasa dipakai adiknya bermain petak umpat bersamanya. Sampai di dalamnya, ia tersadar dan perlahan Luna diganggu oleh keberadaan Wewe. Penampakannya semakin jelas. Terror semakin jadi, Luna berusaha keluar rumah namun tidak bisa keluar, karena semua pintu yang ia temukan adalah pintu masuk ke dalam rumah, tidak ada pintu untuk keluar. Ruang dan waktu teracak-acak, Luna terus menghindar dari kejaran Wewe. Tiba-tiba Luna melihat sosok Aruna di antara anak-anak kecil lainnya, ia sadar bahwa ia dan adiknya tidak akan pernah bisa keluar dari sana. Bagaimana Luna dan Aruna keluar dari cengkeraman ruang dan waktu tersebut…?

Pemain:
Nabilah JKT 48 • Agus Kuncoro • Inong Ayu • Khadijah Banderas
Sutradara:
Rizal Mantovani
Audio:
Bahasa